Minggu, 06 Desember 2015

Aktivitas Humas

A.    House Journal dan Public Relation Writing

1.      Teknik Menulis Naskah Humas / Public Relation
Menulis atau teknik tulis menulis yang berkaitan erat dengan aktivitas atau pekerjaan Public Relation tersebut bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah, seperti membuat Press Release, News Letter, Tabloid, Magazine, Annual Report, Company, Profile, Naskah pidato, (Speech writing), Artikel/Feature,  Advertorial,  Naskah Presentasi bisnis atau makalah seminar, backgrounder, dan bahan publikasi PR lainnya yang membutuhkan kemampuan PR Writing Technical.
Bentuk-bentuk penuliasan Naskah kehumasan (PR writing) yang masing-masing memiliki karakter dan gaya penulisan (style) yang berbeda yaitu sebagi berikut.
  • Naskah (Script): Naskah Pidato (speech writing), presentasi dan dan naskah sambutan.
  • Siaran (Release): Siaran Pers (press releases), siaran berita (new release/letter)dan journal magazine (majala internal).
  •  Laporan (Report): Laporan tahunan, laporan bulanan, dan semesteran.
  • Profil (profile): profil perusahaan dan produk (Company Profile and Product) dalam bentuk majalah.
  •  Promosi (promotion): Naskah tulisan promosi dalam bentuk arttikel sponsor (Advertorial), yaitu gabungan advertismentand editorial sponsor, dan korporatorial (Corporate and Editorial) atau dikenal dengan istilah pariwara dan sublemen sisipan, brosur , leaflet, dan katalog.

Kemampuan tulis menulis naskah kehumasan (PR writing skill) sangat diperlukan bagi serang Public Relation (PUBLIC Relation officer) atau pejabat Humas dalam pelaksanaan fungsinya. 

1.      Kiat, Teknik dan Tujuan Penulisann Naskah Kehumasan
a.       Praktisi PR memerlukan persiapan yang cukup ketika memulai menggarap suatu tulisan, gaya bahasa, suatu topic atau isu, dan hingga merancang tujuan publikasi, serta strategi pesan yang hendak dicapai pada sebuah tulisan tersebut. Persiapan secara garis besar menyangkut: bagaimana materi/atau bobot pesannya? Apa tujuannya (object)? Efek apa yang ingin di ciptakan atau citra yang diperoleh?
b.         Segi akurasi: apakah keakuratan suatu berita, publikasi, dan informasi dapat dipercaya?
c.          Bahasa: apakah kalimat-kalimat aktif, gaya bahasa formal, jargon-jargon informal, gaya penulisan yang enak dibaca, kosakata yang terpilih, padat dan singkat, tetapi cukup menarik untuk dibaca telah dipergunakan?. Ingat pembaca selalu menginginkan “something new, and interested in”, dari produk publikasi dalam bentuk suatu teknik tulisan yang dibuat oleh praktisi PR.

d.         Eksklusivitas dan relevansi: produk-produk publikasi yang direlease, oleh PR/pejabat humas tersebut mutlak mengandung hal yang penting (eksklusif) dan memiliki misi hubungan tertentu bagi kepentingan perusahaan, pembaca/public dan media massa lainnya.
e.          Latar belakang penulisan( background) : sebagai pelengkap dan bermanfaat untuk menunjang pada suatu berita, artikel dan informasi yang lebih berbobot dan mendalam.
f.          ASSETO Formula, yaitu merupakan unsur-unsur poko dari tujuan dan rencana pembentukan media publikasi PR (humas), rinciannya sebagai berikut.
·         Audience
·         Structure
·         Style
·         Editing
·         Topic
·         Objective
g.     Menurut Frank Jefkins(1988:203), bahwa teknik pembuatan press release (siaran pers) dan new release (siaran berita) yang mengacu pada ‘the seven-voint model’ atau disebut dengan ‘SOLAADS’. Hal tersebut merupakan upaya pengecekan bahan material informasi atau berita, penyususn alur cerita, dan menghilangkan bahan-bahan yang kuang penting dalam siaran berbentuk new release dan press release. Ketujuh unsur-unsur penting tersebut adalah sebagai berikut.
·         Subject (what is the story about?).
·         Organization (what is name of the organization?).
·         Location (what is the location of the organization?).
·         Advantage (what is specific, beneficial about the product or servise?).
·         Application (how or by whom can the product or service be used or enjoyed?).
·         Details (what are the specification or detail oof colours, prices, size and so on?)
·         Sources ( if this different from location, e.g an air lines fly in an airport, or the office may be located in the city center).
Selanjutnya menurut Frank Jefkins bahwa ketujuh unsur tersebut tidak mesti terdapat dalam tujuh paragraf berurutan dalam suatu siaran pers atau berita. Biasanya konsep penulisan press release dan new release yang tepat terletak pada paragraf pertama  (lead) yang merupakan induk cerita (informasi) dan sekaligus  inti ringkasan dari seluruh materi atau isi siaran.
1.      Tulisan yang Menarik
Sebagai ilustrasi, dalam bercerita dalam sebuah berita atau artikel lainnya, tidak selalu menggunakan gaya bahasa yang kaku (teknis). Banyak majalah, company profile, annual report dan sebagainya akan kehilangan “daya tarik” bagi pembacanya, karena tidak memperhatikan prinsip-prinsip gaya penulisan yang hidup serta menarik perhatian.
Beberapa hal yang diperlukan teknik tertentu untuk menjadikan sebuah tulisan menarik.
a.    Narasi
Yaitu sesuatu yang menggambarkan aksi atau movement pada sebuah artikel atau tulisan yang menarik. Artinya narasi tersebut akan membawa pembacanya untuk melihat suatu imajinasi yang telah disampaikan dalam sebuah tulisan yang menarik, baik dari segi bahasa, penguraian cerita yang hidup dan simple hingga sistematis dan teratur. Mulai dari pembukaan, pembahasan/penguraian materi berita/artikel dan hingga kesimpulan tetap akan memancing minat si pembaca untuk membacanya hingga habis.
b.   Deskripsi
Bagaimana membuat si pembaca ikut merasakan, menikmati, dan mendengar melalui penuturan dalam gaya bahasa tulisan. Tidak hanya membangkitkan segi nalar (intelektual) tetapi segi emosional pun ikut tergugah ketika membaca sebuah deskripsi tulisan ersebut.
c.    Kalimat aktif dan langsung
Menggunakan kalimat-kalimat aktif dan langsung terfokus ke masalah (one track) yang ingin di tampilkan, dengan gaya bahasa yang singkat, padat, sistematis serta mudah di mengerti.
d.   Eksposisi
Penjelasan yang dibuat oleh penulis atas suatu kejadian seperti “apa yang dilihat atau didengar”. Tidak hanya menunjukkan tetapi kemampuan menggunakan kata-kata yang bercerita (how to tell), penuh imajinasi, kreatif dan colour full serta humanity interest lainnya sebagai pendukung daya tarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar